Case Study — Masjid

Baiturrahman Mosque

Lokasi

Nganjuk, Jawa Timur

Kondisi Lahan

Ladang Persawahan

Material Utama

Semen Ekspos

Tahun

2024

Masjid Baiturrahman di Prambon, Nganjuk, dirancang dengan pendekatan Invisible Architecture, sebuah konsep yang berfokus pada keselarasan mutlak antara bangunan dan lingkungan sekitarnya. Alih-alih tampil mendominasi, bangunan ini menggunakan warna abu-abu netral dari material semen ekspos yang senada dengan warna alam saat mendung dan bayangan pohon, membuat fisiknya berpadu harmonis dengan lanskap hijau di sekelilingnya. Desain menara yang ramping serta garis fasad yang bersih dan horizontal sengaja dirancang untuk mengikuti garis cakrawala. Pendekatan ini membuat keberadaan masjid terasa tenang, membumi, dan tidak intrusif terhadap keasrian lingkungan Prambon. Konsep invisible ini juga diterapkan pada optimalisasi elemen alam sebagai bagian utama dari kenyamanan masjid. Dengan memanfaatkan lantai dasar yang terbuka (open-plan) dan bukaan geometris yang lebar, sekat antara ruang dalam dan ruang luar sengaja disamarkan agar angin tropis dan cahaya alami dapat mengalir masuk tanpa hambatan. Batas bangunan seolah "menghilang", memberikan pengalaman ibadah yang menyatu langsung dengan alam terbuka. Melalui pendekatan ini, kami menghadirkan tempat ibadah yang tidak hanya fungsional dan minim perawatan, tetapi juga sebuah ruang spiritual yang teduh, tenang, dan selaras dengan alam ciptaan-Nya.